Manfaat Cara Berpikir Sinkronik

Manfaat Cara Berpikir Sinkronik

Posted on

Apa manfaat berfikir sinkronik

Caramanfaat.com – Manfaat berpikir sinkronik yaitu kita dapat mengetahui peristiwa sejarah yang telah lampau secara rinci dan detail dalam waktu kejadiannya.

Manfaat Cara Berpikir Sinkronik

Cara berpikir sinkronis dalam sejarah berarti berpikir yang meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu. Cara berpikir ini menganalisa suatu kejadian di satu atau beberapa tempat dalam satu waktu. Cara berpikir sinkronis penting dalam sejarah karena berfungsi untuk menganalisis keadaan suatu tempat pada waktu tertentu. Sifatnya horizontal dan menganalisis peristiwa sezaman. Berikut adalah beberapa contoh cara berpikir sinkronis dalam sejarah.

Perbedaan Berpikir Sinkronik Dan Diakronik

Kemampuan berpikir diakronik dan sinkronik mempunyai beberapa perbedaan.

Pengertian berpikir diakronis adalah kemampuan memahami peristiwa dengan melakukan penelusuran pada masa lalu. Sebagai contoh memahami Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia padatanggal 17 Agustus 1945 dengan menelusuri perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia sejak masa penjajahan Belanda pada abad ke-17. Oleh karena itu cara berpikir diakronis sangat mementingkan proses terjadinya sebuah peristiwa.

Sementara berpikir sinkronik memahami peristiwa dengan mengabaikan aspek perkembangannya. Cara berpikir sinkronik memperluas ruang dalam suatu peristiwa. Sebagaicontoh Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dijelaskan dengan menguraikan berbagai aspek, seperti aspek social, ekonomi, politik, dan hubungan internasioal.

Oleh karena itu cara berpikir sinkronik sangat mementingkan struktur yang terdapat dalam setiap peristiwa.Berpikir diakronis merrupakan cara berpikir yang khas sejarah, sementara berpikir sinkronik merupakan cara berpikir yang khas ilmu-ilmu social.

Cara berpikir sinkronik sangat mempengaruhi kelahiran sejarah baru yang sangat dipengaruhi perkembangan imu-ilmu sosial. Cara berpikir sejarah itu bersifat Diakronik yaitu memanjang dalam waktu, dan mementingkan proses terjadinya sebuah peristiwa. Sedangkan berpikir ilmu sosial itu bersifat Sinkronik, melebar dalam ruang serta mementingkan struktur dalam suatu peristiwa. Perbedaan keduanya terdapat pada cara memahami dan mempelajari hal – hal yang ada di peristiwa tertentu.

Sumber tulisan:

https://hedisasrawan.blogspot.com/2015/08/4-contoh-cara-berpikir-sinkronis-dalam.html
https://ctblack13.wordpress.com/2016/07/31/berpikir-diakronik-dan-sinkronik-dalam-mempelajari-sejarah/
https://www.scribd.com/document/319543344/Manfaat-berpikir-sinkronik